Rabu, 03 Maret 2021

Tips Aman Menerobos Banjir dengan Mobil


Mobil Mitsubishi Pajero Menerobos Banjir
Mobil Mitsubishi Pajero Menerobos Banjir

Apakah Anda merasakan bahwa akhir-akhir ini curah hujan semakin meninggi ? Pergi dengan transportasi umum pastinya terasa merepotkan bukan ? Apalagi jika lokasi yang dituju menuntut Anda melakukan beberapa kali transit. Dalam kondisi seperti ini, membeli mobil baru dengan memanfaatkan promo Mitsubishi Pajero adalah opsi tepat untuk memudahkan kegiatan bepergian Anda. 

Namun, bagaimana jika saat sedang dalam perjalanan terjadi jalur yang dilalui tergenang air dan Anda terpaksa harus menerobosnya ? Tenang, ada beberapa hal yang bisa Anda perhatikan agar tetap aman saat menerobos banjir :


1. Perhatikan Tinggi Genangan Air

Sebelum menerobos banjir dengan mobil, Anda perlu memperhatikan tinggi genangannya terlebih dahulu. Pastikan bahwa genangan banjir aman untuk dilewati, kriteria amannya adalah maksimal tinggi genangan air setengah dari tinggi ban. 

Jika tinggi genangan setengah dari tinggi ban, maka ketinggian tersebut masih berada di bawah intake mesin, aki, dan ruang mesin. Cara agar tahu tinggi genangan air adalah dengan memperhatikan mobil lain yang menerobos banjir. Namun jika tidak ada mobil, Anda bisa menggunakan pembatas jalan di tengah trotoar sebagai patokan. 


2. Pilih Jalur yang Tepat

Anda juga perlu memilih jalur yang tepat agar ketika menerobos mesin mobil tidak akan mati karena air genangan. Nah, pilihlah jalur dengan genangan paling rendah dan bebas hambatan, misalnya tanpa polisi tidur, jalan berlubang, maupun yang lainnya. Anda bisa mengetahuinya dengan memerhatikan kendaraan lain yang sedang melintas menerobos genangan air tersebut.

Jangan terlalu menepi, karena bisa jadi mobil akan turun ke bahu jalan yang memiliki memiliki genangan lebih tinggi. Selain itu, bagian pinggir jalan juga harus dihindari karena ditakutkan adanya perbedaan ketinggian jalan atau saluran air yang tidak terlihat akibat tertutup air.


3. Jaga Jarak dengan Kendaraan Lain

Anda perlu menjaga jarak dengan kendaraan lain dengan menstabilkan laju mobil secara konstan. Hal ini perlu dilakukan agar air tidak masuk ke dalam ruang mesin, sehingga mesin akan terus hidup. 

Jalankan mobil ketika jarak sudah aman, agar ketika kendaraan di depan mengalami mogok Anda masih bisa melakukan manuver untuk menghindar. 


4. Hindari Arus

Banjir seperti di Jakarta, bisanya disebabkan oleh meluapnya sungai sehingga disertai dengan arus yang deras. Jangan pernah menganggap arus semacam ini sepele, karena jika kemungkinan buruk terjadi mobil akan terbawa oleh arus. Jadi, urungkan niat menerobos jika terdapat arus air yang deras. 


5. Jaga Putaran Mesin

Cara kelima, jaga putaran mesin agar tetap stabil. Jika putaran mesin tinggi, urungkan niat untuk menerobos banjir karena kemungkinan besar mesin akan mati dan air bisa masuk melalui knalpot. 

Cukup jalankan mobil dengan putaran rendah dan stabil, sehingga mobil tidak melaju dengan cepat dan bisa dikendalikan. 


Hal penting lain yang harus diperhatikan sebelum melakukannya adalah, pastikan Anda sudah mengetahui lokasi perangkat komputer pada mobil Anda. Sebab komponen ini sangat rentan terhadap air dan perbaikan yang harus dilakukan jika sampai terkena air tidaklah murah. Jika lokasinya benar-benar di bawah, maka ada baiknya Anda menahan diri dulu dan menunggu genangan air agak surut.


Selain itu, sangat disarankan untuk segera mencuci mobil dan memeriksanya ke bengkel selepas menerobos banjir, apalagi jika genangan air cukup tinggi. Sebab air genangan banjir kemungkinan mengandung beragam zat yang dapat mempercepat kerusakan mobil. Dengan membersihkannya dan melakukan pengecekan, maka komponen mobil Anda bisa kembali berfungsi dengan baik. 

0 komentar:

Posting Komentar