Rabu, 26 Mei 2021

Perhatikan Sebelum Membeli Apartemen


Cari apartemen M Town Residence
Apartemen M Town Residence

Kehidupan di kota-kota besar pastinya membutuhkan tempat tinggal yang nyaman, aman, dan juga lokasinya yang strategis. Tempat tinggal yang paling ideal sekarang-sekarang ini yaitu apartemen. Pada biasanya apartemen ini ada di tengah-tengah kota tentunya. Jadi, saat kerja ataupun mau beraktivitas kemana-mana tidak memakan waktu yang begitu banyak. Dengan cari apartemen M Town Residence merupakan apartemen yang berada di tengah-tengah kota sebagai apartemen impian bagi setiap orang. Jangan pernah ragu pindah tempat tinggal ke lokasi yang lebih strategis. Karena, ada lebih banyak lagi keuntungan yang akan didapat. Misalnya saja, saat pergi ke kantor tidak terkena macet, jam istirahat pun bisa pulang lalu makan siang bersama dengan  keluarga.

 

Tinggal di sebuah apartemen, tidak diharuskan untuk menunggu punya unit sendiri. Bisa dengan menyewa apartemen yang sesuai kebutuhan. Sebelum menyewa apartemen ada beberapa  hal yang harus diperhatikan, diantaranya :

1. Lokasi dan harga unit

Pada faktor-faktor ini, faktor paling dasar ketika akan menyewa apartemen. Maka carilah apartemen yang lokasinya dekat dengan kantor ataupun tempat aktivitas rutin. Terlebih jika tujuan menyewa apartemen adalah untuk menghemat waktu saat bekerja ataupun beraktivitas. Perhatikan juga harga sewa ataupun membeli unitnya. Memilih apartemen yang harga sewa ataupun membelinya “masuk akal” bila dibandingkan dengan penghasilan kerja.

2. Keamanan apartemen

Sesudah mendapatkan apartemen yang sudah cocok, maka sebelum melakukan tanda tangan kontrak sewa ataupun membeli, periksalah dahulu keamanan di apartemen dan juga lingkungannya. Tanyakan saja pada pengelola apartemen tentang sistem-sistem keamanan. Ada apartemen yang dilengkapi dengan bel di pintu, menggunakan kartu akses pribadi saat di apartemen, dipantau oleh CCTV selama 24 jam. Lihatlahdi sekitar apartemen untuk mengetahui kondisi keamanan pada lingkungan. Agar bisa menilai langsung, apakah lingkungan ini aman ataupun mungkin berbahaya. Apalagi kalau aktivitas rutin mengharuskan pulang larut malam.

3. Fasilitas apartemen

Apartemen ini tentunya menyediakan fasilitas-fasilitas umum seperti akses internet, air, listrik, dan perbaikan. Namun, perlu diketahui untuk penggunaan fasilitas tersebut biayanya sudah termasuk ke dalam biaya sewa ataupun membeli atau belum. Ada pengelolaan yang sudah memasukkan biaya tersebut ke dalam biaya-biaya sewa ataupun membeli. Adapun juga yang menyediakan fasilitas tersebut dengan biaya sudah terpisah dari biaya sewa ataupun membeli. Kalau sudah dapat informasi tentang sewa ataupun membeli apartemen maka sudah bisa mengira-ngira biaya yang harus dikeluarkan setiap bulannya.

4. Besarnya deposit pada apartemen

Pada salah satu peraturan ketika akan menempati sebuah apartemen adalah  harus memberikan uang deposit ataupun jaminan. Gunanya untuk membayar denda ataupun ganti rugi  jika ada hal-hal yang dilanggar. Maka sebaiknya tanyakan besarnya deposit ini serta hal-hal apa saja yang membuat uang deposit ini terpakai. Apabila sudah tahu, patuhi peraturan yang berlaku agar uang deposit tidak hangus ketika sampai masa sewa ataupun membeli berakhir.

5. Izin dekorasi ruangan pada unit

Banyak orang-orang yang belum tahu bahwa mendekorasi unit pada apartemen bisa dikenakan biaya tertentu. Dengan menempati apartemen sewa ataupun membelian berbeda dengan menempati rumah kontrakan. Pada rumah kontrakan bisa memasang dekorasi apapun. Contohnya menempel wallpaper, mengubah bangunan, bahkan juga nancapkan paku, bila sudah mendapat izin dari pemilik rumah kontrakan. Dengan demikian sering kali ada aturan, nanti setelah tidak sewa ataupun membeli-menyewa lagi, unit apartemen harus dikembalikan dalam keadaan utuh dan juga rapi seperti di awal. Jadi memasang dekorasi sekecil apa pun seperti manancapkan paku harus minta izin terlebih dahulu dengan pemiliknya. Tidak jarang kegiatan memasan dekorasi seperti ini jadi membuat kehilangan uang deposit yang telah diberikan pada di awal.

6. Kenaikan harga sewa ataupun membeli apartemen

Perhatikan selalu kenaikan harga sewa ataupun membeli apartemen. Kenaikan harga sewa ataupun membeli ini tentunya biasanya terjadi ketika akan memperpanjang masa sewa ataupun membeli. Ketika masa sewa ataupun membeli hampir berakhir maka bersiaplah untuk mengalami kenaikan harga sewa ataupun membeli. Harus perlu tahu tentang jumlah kenaikannya seberapa sering harga sewa ataupun membeli mengalami perubahan. Pada umumnya kenaikan harga sewa ataupun membeli apartemen sekitar 5 – 10 %.

7. Perhatikan kondisi unit apartemen

Pada saat akan menyewa apartemen selalu perhatikan kondisi unit yang akan di sewa ataupun membeli. Periksalah satu-persatu celah-percelah ada bagian yang rusak. Misalnya saja, AC yang kurang dingin, shower mampet, keran yang mati, bagian dinding yang sudah ada retak. Usahakan juga pada kondisi ini juga diketahui oleh pihak pemilik ataupun pengelola. Sebab, kalau tidak mencatatnya di awal maka ada kemungkinan pengelola mengira kerusakan ini terjadi ketika sudah menempati apartemen. Akibatnya, bisa saja akan diminta memberikan uang ganti rugi atas kerusakan ini.

Kamis, 06 Mei 2021

Ayo Mengenal Pengapuran di Tulang Sejak Dini


Pengapuran tulang
Pengapuran tulang


Mengenali seperti apa gejala pengapuran tulang padahal penyakit ini sangat mempengaruhi lebih dari 1/3 orang dewasa di atas sekitar usia 65 tahun. Banyak pula diantara yang terburu-buru mencari informasi-informasi tentang obat pengapuran tulang, padahal hal pertama yang harus penting untuk diketahui adalah mengenal pengapuran di tulang ciri-ciri dan gejalanya secara terlebih dahulu. Pengapuran pada tulang dan sendi ini dalam istilah medis disebut sebagai Osteoarthritis atau lebih sering disingkat sebagai OA, penyakit ini yang terjadi ketika tulang rawan pada sendi-sendi mulai rusak akibat faktor usia atau penggunaan yang beigtu berat.

 Tulang rawan memiliki struktur licin yang menutupi ujung pada tulang dan memungkinkan hubungan antar tulang (persendian) untuk bergerak bebas terhadap satu sama lain. Ketika tulang rawan ini sudah mengalami pengapuran maka pada struktur-struktunya pun licinnya hilang dan juga akan berganti dengan struktur yang  akan keras akibat proses pengapuran pada tulang sehingga akan memungkinkan kontak langsung pada tulang dengan antara tulang.

 Hal ini dapat menyebabkan, yaitu :

  • Rasa yang sakit
  • Kekakuan pada sendi
  • Rentang gerak yang terbatas
  • Perubahan penampilan pada sendi-sendi yang terkena

 Osteoarthritis dapat mempengaruhi setiap sendi-sendi di tubuh akan tetapi daerah yang paling sering terkena, yaitu :

  • Sendi tangan
  • Pinggul
  • Lutut
  • Leher
  • Punggung bawah atau tulang belakang

 
Gejala Pengapuran Tulang dan Sendi

Gejala pengapuran tulang bervariasi dari setiap orang. Orang mungkin hanya mengalami sakit yang ringan dan juga pembengkakan. Sedangkan orang mungkin saja mengalami kerusakan sendi yang begitu signifikan sehingga mempengaruhi dari kualitas hidupnya. Pengapuran sendi lutut ini, khususnya, merupakan penyebab utama kecacatan pada penyakit pengapuran pada tulang.

 

Kekakuan

Kebanyakan orang yang mengalami pengapuran tulang dan sendi pada usia sudah mulia tua, kekakuan biasanya lebih buruk di pagi hari dan juga ketika sendi sudah lama tak digunakan, tidak terlalu aktif ataupun istirahat. Kekauan berarti ini sulit untuk digerakkan dan juga menimbulkan rasa nyeri.

 

Rasa sakit

Rasa sakit ini akan terasa pada nyeri sendi yaitu gejala-gejala pada umumnya  pengapuran pada tulang-tulang. Nyeri otot ini pun juga dapat terjadi pada suatu jaringan-jaringan yang ada disekitarnya. Seperti adanya rasa sakit yang begitu menyertai kekakuan yang paling intens setelah tidur ataupun periode-periode yang tidak aktif. Rasa sakit akan muncul ketika akan mencoba suatu menggerakkan sendi-sendi dan rasa sakit ini berkurangpada waktu akan istirahat tentunya. Seiring waktu, rasa sakit maka dapat terjadi bahkan juga ketika sendi tidak begitu harus digunakan. Rasa sakit dan nyeri sendi ini dapat disebabkan, yaitu :

  • Tulang bergesekan antara satu sama lain
  • Peradangan pada sendi-sendi
  • Taji tulang (pertumbuhan pada tulang)
  • Saraf  terjepit yang disebabkan oleh suatu pembengkakan dan perpindahan dari jaringan sendi-sendi

 

Pembengkakan

Pembengkakan lebih sering terjadi pada orang yang mengalami RA dibanding OA. Penderita OA atau pengapuran tulang sendi ini juga bisa mengalami pembengkakan. Pembengkakan pada reaksi-reaksi tubuh ini juga terhadap iritasi atau peradangan yang akibat kontak tulang antara dengan tulang pada sendi-sendi yang akan rusak. Kondisi ini tentu saja akan membuat sebuah kontribusi terjadinya kekakuan dan nyeri sendi.

 

Kehilangan Fleksibilitas dan Range of Motion (ROM)

Pengapuran tulang memiliki beberapa masalah dengan rentang gerak atau range of motion atau ROM. 1/4 memerlukan bantuan dalam menjalani kegiatan hidup sehari-hari, seperti berpakaian, memakai sepatu, mandi  duduk dan juga  berdiri dari kursi, naik tangga, dll.

 

Kelelahan

Orang dengan OA ini sering harus mengerahkan upaya fisik yang begitu ekstra untuk melaksanakan pada tugas sehari-hari. Hal ini dapat menyebabkan yang kelelahan. Peradangan ini juga menyebabkan dikeluarkannya mediator kimia yang bisa disebut sitokin. Ini juga dapat menyebabkan sesuatu kelelahan.

 

Sendi Berbunyi

Mendengar suara pada persendian ketika bergerak. Bunyi yang dihasilkan memang terdengar halus seperti suara gertakan maka suara ini sering disertai dengan rasa tidak nyaman ataupun nyeri. Dengan memperhatikan beberapa gejala pengapuran sendi di atas, maka bisa menjadikannya sebuah pedoman untuk mencurigai setiap gejala yang mirip dengan kondisi di atas sebagai pengapuran sendi-sendi. Namun hal ini perlu dipastikan dengan pemeriksaan-pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter.

Berhubung tidak semua nyeri-nyeri sendi disebabkan oleh OA, maka apabila berkeluhan segera hubungi dokter jika mengalami :

  • Nyeri sendi berlangsung lebih dari tiga hari
  • Nyeri sendi parah tanpa penyebab yang begitu jelas
  • Pembengkakan parah pada sendi-sendi
  • Kesulitan-kesulitan bergerak
  • Panas ataupun kemerahan pada kulit di sekitar sendi
  • Demam atau penurunan berat badan yang juga tidak dapat dijelaskan